Boneka
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia
bebas
Boneka (
bahasa Portugis:
boneca) adalah sejenis
mainan
yang dapat berbentuk macam-macam, terutamanya
manusia
atau
hewan,
serta tokoh-tokoh fiksi. Boneka bisa dikatakan salah satu mainan yang
paling tua, karena pada zaman
Yunani,
Romawi
ataupun
Mesir
kuno saja boneka sudah ada. Namun fungsi, bentuk, maupun bahan
pembuatnya ternyata berbeda sekali antara dulu dan sekarang.
Umumnya boneka dibuat sebagai mainan anak-anak, namun kadang-kadang
digunakan untuk fungsi fungsi ritual yang berhubungan dengan alam atau
hal-hal yang bersifat
gaib ataupun
mistik misalnya berupa upacara upacara ritual
keagamaan pada zaman dulu, permainan
jelangkung,
sihir
ataupun upacara pemanggilan
roh. Seringkali boneka ditemukan pada makam-makam kuno
atau situs-situs sejarah maupun prasejarah.
Perkembangan boneka dari
zaman ke zaman[sunting | sunting
sumber]
Pada zaman ini, boneka umumnya terbuat dari tanah liat, tulang,
maupun patahan kayu, ataupun potongan kain. Bentuknya masih sangat
sederhana dan memiliki fungsi ritual. Contohnya di
Yunani dan
Romawi
Kuno. Setiap anak perempuan harus memiliki boneka, kemudian
membuatkan bajunya, dan wajib menyimpannya sampai menjelang pernikahan.
Saat menjelang pernikahan, boneka itu wajib diletakkan di altar
Artemis
(untuk orang Yunani) ataupun altar
Diana (untuk orang
Romawi)
untuk upacara keagamaan. Di
Mesir kuno, boneka digunakan sebagai pengganti kurban
manusia.
Pada zaman ini mulai ada boneka yang bajunya bisa diganti, dan kaki
serta tangannya bisa digerakkan. Fungsi boneka masih sama seperti pada
zaman sebelumnya, yakni untuk upacara ritual. Boneka merupakan gambaran
humanis.
Pada zaman ini, bahan boneka mulai ada yang terbuat dari
kayu. Fungsi
ritual boneka masih terasa pada zaman ini. Seperti di
Meksiko,
bonekanya banyak yang berwujud keluarga suci dan digunakan untuk
perayaan
Natal.
Bagi suku Indian Hopi, boneka menjadi bagian dalam upacara kesuburan
(memohon supaya diberikan kesuburan atau kemakmuran).
Boneka modern mulai muncul di
Eropa.
Bentuknya sangat berbeda dengan boneka yang ada sebelumnya. Wajahnya
cantik dan halus seperti manusia, serta berdada. Pada zaman ini boneka
tidak lagi bersifat ritual, tetapi untuk mode. Untuk itu, boneka
menggunakan baju atau gaun dan rambut yang benar benar mirip dengan mode
pada zaman itu. Tak jarang para bangsawan menggunakan boneka untuk
memamerkan sekaligus memopulerkan boneka di negara mereka (maklum pada
masa itu majalah mode belum ada). Ini seperti yang dilakukan ratu
Perancis,
Isabeau dari Bavaria,
dihadapan ratu Inggris. Kenyataannya berkat boneka, mode Perancis bisa
menjadi lebih populer di luar negeri.
Kalau pada zaman sebelumnya boneka dibuat untuk pribadi, mulai zaman
ini dikomersialkan. Fungsinya pun bergeser dari ritual dan mode menjadi
mainan. Dalam sejarah tercatat, pembuat boneka secara komersial pertama
berada di Jerman. Kota-kota yang memproduksinya adalah
Nuremberg,
Augsburg,
dan
Sonneberg.
Bersamaan dengan ituserikat pekerja pembuat boneka terbentuk sehingga
terdapat aturan standar dalam membuat dan memasarkan boneka. Penampilan
boneka-boneka yang diproduksi di Jerman semasa itu umumnya seperti
wanita Jerman sesunguhnya. Bahan seperti kayu, tanah liat dan potongan
kain masih digunakan.
Bahan dan mutu boneka terus diperbaik. Pabriknya pun tidak hanya di
Jerman, tetapi juga di
Inggris,
Perancis,
Belanda,
dan
Italia.
Tahun
1636
mulai tercipta boneka yang rambutnya terbuat dari rambut wanita
sungguhan.
Pada zaman ini, boneka tidak saja berbentuk wanita anggun, tetapi
juga bentuk lain seperti bayi dengan baju tidur atau bocah kecil dengan
kostum
kelasi.
Penampilan boneka tidak lagi sekaku dulu. Bahannya saja tidak lagi
memakai kayu atau tanah liat, tetapi dari kulit lembut (
soft leather)
dan
lilin
supaya kulitnya tampak seperti manusia. Lalu selain mata yang sudah
bisa digerakkan, boneka pun mulai bisa mengeluarkan suara tangis dan
berjalan.
Pada zaman ini mulai tercipta boneka yang bisa berkata "Papa" dan
"Mama" kalau ditekan. Ini berkat kotak suara mekanik oleh
Johann Nepomuk Maelzel pada tahun 1827. Selain
itu, bahan yang digunakan untuk membuat boneka semakin variatif. Selain
lilin dan soft leather, ada karet, porselin, keramik sampai selluloid.
Perkembangan boneka semakin cepat. Para pembuat boneka saling adu
kemampuan untuk membuat yang terbaik. Oleh karena itu, berbagai karakter
boneka bermunculan di pasaran. Yang terkenal adalah "
Kewpie"
(1913), boneka anak kecil yang berpipi tembam dan berperut besar biuatan
Rose O'Neill dar Amerika. lalu, "
Raggedy Ann"
(1918), boneka kain buatan Johny Gruelle yang mencerminkan kebaikan,
keberanian, dan kejujuran, serta "
Bye-Lo Babby"
(1922), boneka bayi baru lahir yang bisa memejamkan mata saat tidur
buatan Grace Putnam dari Jerman. Aneka ekspresi dan elemen wajah boneka
pun semakin lengkap. Ada yang ditambah bulu mata, lesung pipi, mulutnya
dibuka sehingga giginya terlihat, kukunya diberi
pewarna kuku,
sampai yang bisa minum dan mengompol.
Pada zaman ini, boneka boneka di pasaran kebanyakan terbuat dari
plastik
dan
vinil.
Kelebihan boneka tidak hanya dalam ekspresi tetapi juga style.
Contohnya
Barbie
yang muncul tahun 1959 diciptakan oleh
Ruth Handler.
Boneka remaja tersebut memiliki aksesoris, baju dan perlengkapan yang
bermacam-macam, dan rambutnya bisa dicuci, ditata atau disisir sama
seperti rambut manusia. Meski boneka modis ini bukan berarti sama dengan
boneka modern yang muncul di Eropa. Fungsinya saja sudah beda. Kalau
dulu menjadi patokan mode, sekarang hanya sekedar mainan.
Di beberapa negara, boneka tidak hanya dipajang atau dimainkan secara
perorangan. Tetapi dirayakan bersama. Misalnya di Jepang yang ada
perayaan khusus yang namanya
Hina Matsuri (festival boneka). Hina Matsuri
diadakan setiap tanggal
3 Maret dan sering dinamakan "festival anak
perempuan". Pada tanggal itu setiap keluarga yang memiliki anak gadis
memajang koleksi boneka mereka dan berdoa supaya anak gadis mereka bisa
tumbuh dewasa dan selalu diberi kegembiraan. Di India terdapat festival
boneka yang bernama "Navaratri". Sesuai dengan namanya "Navaratri", atau
9 malam, perayaan itu memang diadakan selama 9 malam untuk menghormati
para dewi, yakni
Durga,
Lakshmi, dan
Saraswati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar